Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sumber Ilmu Pengetahuan

Iman
Semua orang mengakui memiliki pengetahuan. Persoalannya dari mana pengetahuan itu didapat. Dan untuk memudahkan aktifitas keilmuan dalam menggali kebenaran maka sangat penting memahami Sumber Ilmu Pengetahuan.

Sebelum membahas sumber ilmu pengetahuan ada baiknya kita tahu dulu apa maksud dari pengetahuan dan ilmu.

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang dilihat, didengar, yang dibaca dan yang dirasa. Sedangkan ilmu yaitu segala sesuatu yang diketahui (pengetahuan) dan sudah dipahami lalu dimanfaatkan sehingga terbukti bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Secara garis besar sumber ilmu pengetahuan bersumber dari pengalaman (empiris), akal (nalar), intusi (ilham), dan wahyu (kitap suci) :
  1. Pengalaman (Empiris)
    Manusia sejak lahirnya belum membawa pengetahuan apa-apa, seperti kertas putih yang belum terkena tinta. Melalui indra lahiriah (mata, hidung, telinga, kulit, lidah dan lain-lain) manusia sudah mulai mengenal dan mengetahui.

    Dari pengetahuan yang didapatkan memberikan dua hal penting yaitu kesan dan pengertian (ide). Kesan adalah pengamatan langsung yang diterima dari suatu peristiwa, seperti merasakan sakitnya tangan apabila terkena air panas. Sementara ide atau pengertian adalah gambaran tentang pengamatan yang dihasilkan dengan merenungkan kembali kesan-kesan yang diterima dari suatu peristiwa.

  2. Akal(Nalar)
    Setelah pengalaman dalam memahami alam semesta, sumber pengetahuan kedua adalah akal. Dengan berakal atau berfikir semua pengetahuan yang didapatkan dari hasi pengalaman indra lahiriah dapat ditarik sebuah kesimpulan berdasarkan peristiwa secara umum.

    Indra hanyalah sebagai perangsang agar akal berpikir dan menemukan pengetahuan. Akal mengatur data-data yang dikirim oleh indra, mengolahnya dan menyusunnya hingga menjadi pengetahuan yang benar.

  3. Intuisi (Ilham)
    Pengetahuan yang didapatkan melalui panca indra maupun melalui akal, keduanya merupakan induk produk dari sebuah rangkaian penalaran.

    Adapun intuisi ini dikehendaki tuhan kepada jiwa yang memiliki potensi akal dan hati yang bersih. Intuisi apabila dituntun secara benar akan menjadi nilai positif bagi individu tersebut.

    Oleh karenanya, peran adab, etika, dan akhlak mampu menjadi penuntun dalam hidup terutama dalam menggerakkan intusi tersebut secara benar.

    Menurut Immanuel Cant, bapaknya filsafat (1724-1804) Intuisi adalah kesadaran akan suatu otoritas yang secara mutlak mengikat manusia pada kewajibannya sedangkan Allah adalah instansi moral yang memberikan kepada manusia kemutlakan perintah kepada suara hatinya.

  4. Wahyu (Kitab Suci)
    Ilmu pengetahuan yang bersumber dari kitap suci adalah pengetahuan tertinggi dan mutlak, bukan pengetahuan yang bergantung kepada orang yang memandangnya (nisbi).

    Wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada manusia pilihanNya. Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-nabi yang diutusnya sepanjang zaman.

    Pengetahuan yang terkandung dalam kitap suci bukan saja mengenai hal-hal yang nampak atau yang bisa dijangkau oleh pengalaman dan akal manusia yang terbatas, tetapi menjelaskan tentang kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksanakan kebenaran itu, sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenaran, tanpa melaksanakan konflik kebenaran, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik psikologi.

Karena di dalam kehidupan manusia harus dilakukan akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang dimana selalu ditunjukkan oleh kebenaran.
Ulfan R. Ake
Ulfan R. AkeFacebook : fb.com/ulfanblogger

Posting Komentar untuk "Sumber Ilmu Pengetahuan"

Berlangganan via Email