Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang 10 Kriteria Aliran (Ilmu) Sesat

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang 10 Kriteria Aliran Sesat

Aliran sesat merupakan salah satu peristiwa sosial yang mewarnai kehidupan beragama bangsa Indonesia. Peristiwa ini telah menjadi perhatian publik dan tidak sedikit pula yang mengundang masalah dan perdebatan di tengah masyarakat.

Aliran sesat atau pemahaman yang menyesatkan ini bisa dibilang sebagai ajaran yang menyimpang dari norma-norma agama yang berlaku secara umum.

Dengan terdapatnya dan menyebarnya aliran sesat selama ini telah menyinggung perasaan keagamaan dalam masyarakat. Bahkan sangat tidak jarang telah menjadi akar dan bagian dari sumber terjadinya masalah ataupun insiden di kalangan umat beragama di tanah air.

Berdasarkan permasalahan ini Majelis Ulama Iindonesia (MUI) telah mengeluarkan sebuah rekomendasi yang memuat 10 (sepuluh) kriteria untuk mengukur dan mengetahui ataupun menetapkan keberadaan suatu aliran yang dianggap menyesatkan.

Majelis Ulama Iindonesia (MUI)

MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia.

Sesuai dengan tugasnya, MUI membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya.

Fatwa

Fatwa adalah sebuah istilah tentang pendapat, pemahaman, atau tafsiran pada suatu masalah yang berkaitan dengan hukum Islam. Fatwa dalam bahasa Arab berarti nasihat, petuah, jawaban, atau pendapat.

Adapun yang dimaksud adalah sebuah keputusan atau nasihat resmi yang diambil oleh sebuah lembaga atau perorangan yang diakui otoritasnya (kekuasaan), disampaikan oleh seorang ulama, sebagai tanggapan atau jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan oleh peminta fatwa yang tidak mempunyai keterikatan.

Dengan demikian peminta fatwa tidak harus mengikuti isi atau hukum fatwa yang diberikan kepadanya.

Sesat (Kafir)

Orang dipandang kafir ini bukanlah orang non muslim, tetapi adalah orang beriman (muslim) yang dianggap berfaham atau beraqidah sesat, sehingga dia dipandang sebagai orang kafir.

10 Kriteria Aliran Sesat

Berikut 10 kriteria ajaran atau aliran yang sesat, yang dirumuskan di dalam Rakernas-nya di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta Tahun 2007 :
  1. Mengingkari salah satu rukun Iman yang enam dan rukun Islam yang lima.
  2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah.
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah al-Qur’an.
  4. Mengingkari otensitas dan atau kebenaran isi al-Qur’an.
  5. Melakukan penafsiran al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
  6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi Saw. sebagai sumber ajaran Islam.
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
  8. Mengingkari Nabi Muhammad Saw. sebagai nabi dan rasul terakhir.
  9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke Baitullah dan salat wajib tidak lima waktu.
  10. Mengkafirkan sesama tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan Muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Berdasarkan sepuluh kriteria ini, apabila terdapat kelompok umat yang memiliki salah satu di antara kriteria tersebut. Maka MUI akan memvonis seseorang atau sekelompok orang sebagai aliran sesat atau kelompok di luar ajaran islam.

Ulfan R. Ake
Ulfan R. AkeFacebook : fb.com/ulfanblogger

Posting Komentar untuk "Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang 10 Kriteria Aliran (Ilmu) Sesat"

Berlangganan via Email