Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banyak Pemahaman yang Keliru ! Ini Arti Sholat Sebenarnya.

Pengertian Sholat Sebenarnya

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk tujuan beribadah kepada-Nya. Dalam islam ibadah memiliki aspek yang sangat luas, segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, secara lahir maupun batin, semua merupakan ibadah.

Dengan demikian, segala kebaikan yang kita lakukan sepanjang hari akan bernilai ibadah dihadapan Allah SWT, asalkan semuanya berlandaskan ikhlas karenanya.

Shalat merupakan ungkapan kepada Allah sebagai rasa syukur dan pengabdian atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya.

Dalam islam ibadah sholat memiliki kedudukan tertinggi diantara ibadah-ibadah lainnya, bahkan kedudukannya terpenting dalam islam yang yang tak tertandingi oleh ibadah lain.

Oleh karenanya dianggap perlu memahami Arti Sholat Sebenarnya terutama dalam menghadapi kehidupan ini.

Arti Sholat

Shalat ialah menghadapkan diri kepada tuhan yang maha kuasa sebagai ibadah, dalam bentuk perkataan dan pergerakkan, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam yang didirikan dan diyakini berdasarkan hukum syariat.

Shalat merupakan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara manusia dengan Allah SWT.

Shalat juga merupakan sarana komunikasi bagi jiwa manusia dengan Allah swt.

Perintah sholat banyak dalam Al Qur'an. Diantaranya QS Al-Baqarah ayat 43, QS Al-Ankabut ayat 45, QS An-Nisa ayat 103, QS Ar-Rum ayat 17-18, dan QS Al-Isra ayat 78.

Dari sekian banyak ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an tersebut menunjukkan betapa pentingnya kedudukan sholat dalam kehidupan.

Kedudukan Shalat dalam Kehidupan

  1. Shalat adalah tolok ukur amal, yang berarti bahwa kualitas amal seseorang ditentukan oleh Shalatnya.
  2. Shalat adalah tiang agama.
  3. Shalat merupakan perintah langsung dari Allah swt tanpa perantara malaikat kepada Nabi Muhhamad saw ketika perjalanan Isra dan Mi’raj.
  4. Shalat menjadi benteng yang menjaga diri kita dari perbuatan keji dan maksiyat.
  5. Shalat sebagai pengingat kita kepada Allah swt, seperti yang dituliskan dalam Surat Ta Ha ayat 14, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat, sebagaimana tersebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

"Perintahkanlah anak-anakmu mendirikan shalat diwaktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah (kalau enggan melakukan shalat) di waktu mereka meningkat usia sepuluh tahun". (HR Abu Dawud)

Syarat Wajib Sholat

Adapun orang yang diwajibkan untuk mendirikan sholat adalah sebagai berikut :

  • Beragama Islam
  • Berakal sehat
  • Baligh (Dewasa)
  • Suci dari hadats
  • Menutup aurat
  • Jaga (Tidak tidur)
  • Melihat dan Mendengar

Syarat Sah Sholat

Syarat lebih penting dari doa, oleh karena itu perhatikan syarat sahnya sholat berikut ini:

  • Beragama islam
  • Tamyiz (berakal dan Baligh)
  • Suci dari hadas besar dan kecil
  • Suci dari najis badan, pakaian dan tempat sholat
  • Menutup aurat
  • Menghadap kiblat
  • Telah masuk waktu sholat.

Rukun Sholat

Berikut ini rukun sholat yang harus kita kerjakan dalam sholat.

  • Niat.
  • Takbiratul ihram.
  • Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardlu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
  • Membaca surat Al—Fatihah pada tiap-tiap raka'at.
  • Ruku' dengan thuma'ninah.
  • I'idal dengan thuma'ninah.
  • Sujud dua kali dengan thuma'ninah.
  • Duduk antara dua sujud dengan thuma'ninah.
  • Duduk tasyahhud akhir dengan thuma'ninah.
  • Membaca tasyahhud akhir.
  • Membaca shalawat Nabi pada tasyahhud akhir.
  • Membaca sulam yang pertama.
  • Tertib ; berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.

Thuma'ninah dapat diartikan sebagai penghayatan kita dalam sholat baik bacaan dan gerakkanya.

Bacaan sholat dan gerakkannya sebaiknya dipahami dan dilakukan dengan baik, didirikan dengan penuh keyakinan, kesabaran, keikhlasan, ketabahan dan ditunjukkan niat hanya untuk Allah SWT.

Bukan karena takut dosa dan neraka dan bukan pula ingin masuk surga atau ingin mendapatkan pahala.

Dengan demikian semoga ibadah kita tersebut diridhoi oleh Allah, dapat berguna dalam keseharian dan menghasilkan ketenagan dalam jiwa kita.