Cerita Luqman & Anaknya: Ridho Manusia Nggak Ada Habisnya
Suatu hari Luqman Al-Hakim mau pergi ke pasar. Dia bawa keledai. Anaknya yang masih kecil ikut.
![]() |
Awalnya Luqman naik keledai, anaknya jalan kaki nuntun dari belakang.
Lewat kampung pertama, orang-orang bisik-bisik:
"Ya Allah, tega banget bapak itu. Enak-enakan naik, anak kecilnya disuruh kepanasan jalan kaki."
Denger itu, Luqman turun. Gantian anaknya yang naik keledai, dia yang nuntun.
Lewat kampung kedua, orang-orang ngomong lagi:
"Anak zaman sekarang kurang ajar. Bapaknya udah tua malah disuruh jalan, dia enaknya duduk aja."
Luqman mikir, "Ya udah". Akhirnya berdua naik keledai bareng. Kasian keledainya, jadi berat banget.
Lewat kampung ketiga, orang-orang heboh:
"Zolim banget dua orang ini. Keledainya kurus gitu dinaikin berdua. Nggak ada akhlak sama hewan."
Akhirnya Luqman & anaknya sepakat turun berdua. Keledainya dituntun jalan, mereka jalan kaki.
Lewat kampung keempat, orang-orang malah ketawa:
"Orang gila! Ada keledai nggak dinaikin, malah capek-capek jalan kaki. Mubazir!"
Sampai di pasar, anaknya nanya ke Luqman: "Ayah, jadi yang bener gimana? Mau naik disalahin, mau jalan disalahin, mau berdua disalahin, mau sendiri juga disalahin."
Luqman senyum sambil elus kepala anaknya: "Nak, inget ya. Ridho manusia itu nggak akan pernah ada ujungnya. Kalau kamu hidup buat nyenengin semua orang, kamu capek sendiri. Selama yang kita lakuin itu benar, nggak zolim, nggak maksiat ke Allah... jalan terus aja. Biarin orang mau ngomong apa."
Hikmahnya: Fokus ke ridho Allah, bukan validasi manusia. Karena mulut orang nggak akan pernah diam. Tapi hati yang tenang itu yang nurut sama Allah.

Posting Komentar untuk "Cerita Luqman & Anaknya: Ridho Manusia Nggak Ada Habisnya"
Posting Komentar